oleh

10 Years Challenge, Sisi Lain Yang Belum Diketahui Publik

Lintaskini.com – Demam 10 Years Challenge sedang mewabah di berbagai kalangan pengguna media sosial. Dalam beberapa minggu terakhir ini, para warganet beramai-ramai mengunggah foto dengan judul 10 Years Challenge di akun sosial media mereka.

Banyak dari mereka yang mengunggah foto dari 10 tahun silam dan dibandingkan dengan foto mereka saat ini. Dari foto itu biasanya akan terlihat perbedaan perubahan baik fisik atau wajah karena faktor usia. Banyak yang mengecap fenomena ini dianggap negatif dan terlalu narsistik.

Namun tidak semuanya mengarah ke pendapat yang negatif mengenai fenomena ini. Ada juga yang menganggap challenge ini dapat memberikan sisi yang positif. Ada beberapa pihak yang justru memanfaatkan #10yearschallenge untuk memberikan tren dan kampanye yang positif.

10 Years Challenge

Dilansir dari BBC, salah seorang pesepakbola asal Jerman, Mesut Ozil, mengunggah foto bongkahan es yang besar. Disamping foto sebelah kiri dia menulis tahun 2008 dan disebelah kanan adalah foto tahun 2018. Ozil juga tidak lupa meletakkan hashtag #10yearschallenge dan menyematkan beberapa kalimat untuk memperdulikan lingkungan sekitarnya.

Sebenarnya gambar yang diunggah oleh Ozil itu bukanlah gambar yang benar dan akurat. Gambar sebelah kiri itu adalah Getz Ice Shelf yang diambil tahun 2016 silam. Setidaknya apa yang dimaksudkan oleh Ozil adalah mengampanyekan isu besar mengenai perubahan iklim.

Tak ingin ketinggalan dari Ozil, organisasi Green peace juga menggunakan caption #10yearschallenge untuk mentweet di akun twitternya itu. Greenpeace mengunggah gambar dari Samudra Arktik pada tahun 1028 dan tahun 2002 yang dulu dipotret oleh Christian Aslund.

10 Years Challenge

“Arktic 100 tahun yang lalu vs Saat ini. Ini sebuah kebenaran mengenai #10YearsChallenge. Retrweet jika kami setuju. #ClimateChange.” tulis Greenpeace di Twitter. Bukan hanya perubahan iklim, konflik global dan permasalahan polusi sampah plastik juga dikampanyekan melalui tren ini.

10 Years Challenge Dan Facebook

10 Years Challenge

#10YearsChallenge dapat memberikan manfaat yang positif jika digunakan dengan benar. Namun fenomena ini ternyata dapat memberikan efek negatif juga. Fenomena #10YearsChallenge diduga dapat disalahgunakan untuk operasi pencurian data.

Dikutip dari situs National Post, pendiri konsultasi teknologi KO Insights, Kate O’Neil. Mengatakan bahwa gambar-gambar dari fenomena ini dapat digunakan untuk melatih algoruitma pendeteksi wajah dari berbagai usia.

Baca Juga : Batu Merah Putih Indonesia Berniat Kalahkan Rekor Telur Di Instagram

Pemimpin Rheyson University, Naimul Khan, mengatakan bahwa kepemilikan untuk mengakses jutaan wajah 10 tahun lalu. Itu dapat membantu perkembangan alogritma yang sangat luar biasa. Sebenarnya operasi pencurian data itu bukanlah hal yang baru.

Di tahun 2015 lalu, Microsoft sempat viral dengan situs How-Old.net yang memperbolehkan akses pendeteksian usia perorangan. Meskipun pengembang Microsoft mengatakan bahwa mereka tidak menyimpan foto yang diunggah. Namun menurut situs National Post, Microsoft menyimpan informasi metadata seperti gender, usia dan lokasi geografis.

Facebook kemudian menanggapi perihal komentar tersebut. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah memiliki motif dibalik fenomena itu. Dalam sebuah tweet yang diberikan kepada majalah WIRED. Facebook mengatakan bahwa #10YearsChallenge itu dibuat oleh warganet sendiri tanpa ada campur tangan Facebook.

Komentar

News Feed