oleh

Takut di Tembak Oleh Teroris, Korban Selamat Karena Pura-Pura Mati

Lintaskini.com – Takut di Tembak Oleh Teroris, Korban Selamat Karena Pura-Pura Mati. Penembakan massal terjadi di masjid Selandia Baru pada Jum’at (15/3) pukul 13.40 waktu setempat. Satu persatu ada yang selamat dalam kejadian tersebut.

Penembakan itu terjadi di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Christchurch, Selandia Baru. Teroris yang bernama Brenton Tarrant berasal dari Grafton, Australia.

Ia menerobos masuk Masjid Al Noor saat para jemaah sedang melaksanakan Salat Jumat. Ia menembaki para jemaah dengan LiveStreaming pada akun Facebook.

Takut di Tembak Mati Oleh Teroris, Korban Selamat Pura-Pura Mati

Seperti yang diberitakan Daily Mail, beberapa penyitas yang tidak ingin disebutkan identitas nya itu menceritakan bagaimana mereka berpura-pura mati agar terhindar dari serangan teroris tersebut.

Jemaah yang lain mengungkapkan, mereka bersembunyi sementara teroris itu bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain, sambil menembaki para jemaah yang masih hidup.

Salah satu korban yang selamat mengungkapkan, ia hanya bisa pasrah dan berdoa sambil telungkup saat teroris itu datang.

Baca Juga : Detik-Detik Teroris Sibolga Gagal Bujuk Istrinya yang Memilih Ledakkan Bom

”Saya berdoa dan berpikir ‘Ya Tuhan, biarkanlah pria ini kehabisan peluru’,” ungkap jemaah itu.

Ketika teroris itu berhenti, jemaah itu bergerak untuk kabur. Namun, seorang pria yang berada di sebelah nya mencoba memperingatkannya. Tak lama kemudian, sang teroris datang dan menembaki pria yang memintanya tak bergerak.

Teroris itu langsung menembaki jemaah dibagian dada. ”Darah langsung terpercik ke muka saya. Saya berpikir ‘Ya Tuhan, Ya Tuhan, saya bakal mati,” lanjutnya.

Para jemaah lain nya juga ada yang berhasil kabur dari masjid. Ia menceritakan sempat berdoa supaya teroris itu kehabisan peluru. Ia mengaku membutuhkan waktu 1,5 jam agar tidak berhenti gemetar.

Baca Juga : Kematian Siswi Kelas 6 SD di Depok Masih Menjadi Pertanyaan

Seorang pria Pakistan mengatakan, ia melihat sendiri seorang jemaah tertembak dibagian kepala. Ia mendengar tiga tembakan beruntun.

”Sepuluh detik kemudian, dimulai lagi. Saya pikir dia menggunakan senjata otomatis. Tidak ada yang bisa menarik pemicu secepat itu,” tuturnya.

Saat ini penembakan itu menewaskan hingga 49 orang. Polisi mengamankan 4 orang yang terdiri dari tiga orang pria dan satu perempuan.

Polisi juga menjelaskan terdapat dua bom rakitan yang segera di netralkan oleh Pasukan Selandia Baru.

Komentar

News Feed