oleh

Polisi Gadungan Tipu Dua Orang Pramugari Hingga Rp 23 Juta

Lintaskini.com – Polisi gadungan tipu dua orang pramugari hingga Rp 23 juta. Berdalih bisa selsaikan kasus perkara di ke polisian, seorang polisi gadungan bernama Sigit Handoro (29). Telah di tangkap Polda Jabar setelah diketahui pelaku melakukan tindakan penipuan terhadap dua pramugari yang bernama Desi Purnamasari dan Marcela. Pelaku mengenal korban melalui media sosial.

Kedua pramugari sangat mempercayai modus Sigit sebagai Polisi yang bertugas di Polda Jabar, Sigit mempermulus penyamarannya lewat unggahan foto di akun @Sigit32Ind yang bersangkutan dengan hal-hal kepolisian. Sigit mulai memamerkan seragam hingga senjata api yang diketahui palsu.

Polisi Gadungan Tipu Dua Orang Pramugari Hingga Rp 23 Juta

Warga Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Sigit menipu kedua korbannya hingga mengalami kerugian mencapai Rp 23 juta, bermodus untuk menangani perkara. Terjadi nya peristiwa ini pada tanggal 17 Januari 2019.

“Korban yang bernama Desi Purnamasari sebagai pelapor menghubungi tersangka Sigit di Instagram hingga berlanjut sampai ke WhatsApps (WA) untuk membicarakan masalahnya,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (22/1).

Setelah di Bandung, ia menyadari bahwa Sigit adalah seorang polisi gadungan dan segera melaporkan perbuatannya kepada polisi. Pada akhirnya, tersangka yang bernama Sigit ditangkap polisi di sebuah restoran cepat saji di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung pada Minggu 20 Januari 2019.

Baca JugaDemi Menyulam Utang, Seorang Pria Nekat Gadaikan Belasan Mobil

Polisi Gadungan Tipu Dua Orang Pramugari

“Kasus penipuan ini terungkap setelah korban mendatangi Sigit ke Bandung dan pada saat itu mengetahui bahwa Sigit bukan seorang polisi. Atas laporan tersebut, penyidik Ditreskrimsus melakukan penyelidikan, penangkapan dan melakukan penyelidikan terhadap Sigit,”ucap Trunoyudo.

Polisi mengamankan barang bukti satu unit telepon seluler (ponsel), satu setel pakaian dinas harian Reskrim, lambangan kewenangan Reskrim, satu uni pistol mainan, dan lima kaos bertuliskan polisi.

“Kasus ini akan dikembangkan untuk mengungkap korban-korban lain. Namun untuk saat ini, baru dua orang yang jadi korban Sigit,” ungkap Truno.

Akibat perbuatannya, Sigit ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 378 BNN KUHP.

Komentar

News Feed