oleh

Kejam! Mertua Dibakar Hidup-Hidup Oleh Menantu Menggunakan Bensin

Lintaskini.com – Kejam! Mertua Dibakar Hidup-Hidup Oleh Menantu Menggunakan Bensin. Pelaku yang bernama Nurul Mutholibah (30) tega membakar mertuanya sendiri, Lasmini (55).

Korban juga mengalami luka bakar 95 persen dan akhirnya dinyatakan meninggal saat menjalani perawatan.

Hanya lantaran pelaku kesal kepada korban, ia tega membunuh mertua nya sendiri. poker online

Kejam! Mertua Dibakar Hidup-Hidup Oleh Menantu Menggunakan Bensin

”Pelaku itu jengkel terhadap korban, sampai kemudian membeli BBM (Pertalite) dan membakar korban.” kata Kasatreskrim Polres Batu AKP Anton Widodo.

Nurul sang pelaku dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Polisi juga masih belum mengetahui apa penyebab mereka yang membuat keduanya sering cek cok.

”Keduanya sering cek cok, pastinya banyak persoalan sampai pelaku jengkel dan merencanakan untuk membakar korban.” ungkap Anton.

Anton mengatakan jika korban sedang berada sendiri dirumahnya, tepatnya di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Kejadian itu terjadi pada Jumat (12/4) siang, dimana semua orang sedang menunaikan ibadah Salat Jumat.

”Kejadian hari jumat, ketika semua orang (pria) melaksanakan Salat Jumat. Pelaku membakar dengan menggunakan pertalite, yang dibeli dekat rumahnya.” ungkap Anton.

Baca Juga : Mahasiswi Undiksha Ternyata Dibunuh Sang Pacar Hingga Busuk

Usai membakar hidup-hidup mertua nya itu, pelaku kabur menuju hutan yang berada di luar kawasan desa. Sang mertua lari keluar untuk meminta pertolongan warga sekitar.

Rumah sang korban dengan pelaku juga terbilang dekat. Diketahui hubungan antara mertua dan menantu itu sejak lama. Sampai pada akhirnya Nurul menyimpan dendam kepada mertuanya.

Tepatnya pada jumat siang, sang pelaku membeli bensin yang sudah direncakan untuk membakar korban hidup-hidup.

”Dibakar pakai pertalite, posisi korban tengah berada didapur. Pelaku menyulut api menggunakan kompor gas, karena ketika akan pakai korek sempat didorong oleh korban dan terjatuh.” jelas Anton.

Menurut Anton, bensin yang dibeli sang pelaku itu sempat dibawa pulang oleh pelaku untuk dipindahkan ke wadah yang berbahan plastik.

”Beli BBM dekat rumahnya, bersamaan dengan korek api, kemudian dibawa pulang, sempat dipindahkan ke wadah plastik sebelum dibawa kerumah korban.” jelas Anton.

Nurul dikenakan Pasal 44 Ayat 3 UU 23 Tahun 2004 tentang PKDRT dan Pasal 353 Ayat 1 dan 3 tentang penganiayaan yang direncanakan dengan berujung kematian, ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Komentar

News Feed