oleh

Jawaban Prabowo Terhadap Tudingan Penculikan Pada Tahun 1998

Lintaskini.com – Jawaban Prabowo terhadap tudingan penculikan pada tahun 1998. Perjalanan politik Prabowo Subianto kerap kali mendapat sandungan. Yang paling banya adalah serangan isu seputar hak asasi manusia (HAM), apalagi saat ini sedang menhelang pemilu.

Pada Pemilu lima tahun yang lalu tepatnya di tahun 2014, Prabowo yang saat itu tengah maju sebagai capres, juga sering mendapatkan pertanyaa seputar HAM. Kisah seputar tudingan-tudingan negatif Prabowo tulis dalam buku “Prabowo Subianto Indonesia Menang” yang diterbitkan Koperasi Garudayaksa Nusantara.

Buku tersebut merupakan sejumlah kumpulan tulisan kampanye yang dikeluarkan ti Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Situs Judi Online

Jawaban Prabowo Terhadap Tudingan Penculikan Pada Tahun 1998

Didalam buku tersebut, Prabowo bercerita sering mendapat pertanyaan seputar HAM dari lawan politiknya. Meski mendapat serangan dari lawan politiknya, ia tak ingin menyerang balik. Prabowo mengaku masih mengingat sebuah pepatahj dalam kalimat ‘menang tanpo ngasorake’. Maksud dari kalimat tersebut adalah kemenangan yang kita inginkan jangan sampai merendahkan orang lain.

Menang tanpa menghina, tanpa mempermalukan. Menang dengan cara yang elegan. Menang dengan jiwa yang besar, namun lawan tetap bisa menegakkan kepala tanpa dinistakan.

Saat lawan politiknya bertanya mengenai HAM, Prabowo menjawab semua pertanyaan tanpa membalas dengan pertanyaan serupa. Ketika ada kesempatan bertanya kepada lawan politiknya, ia memilih memberikan pertanyaan yang tidak bersifat pribadi.

Prabowo tidak menyerang, tidak memojokkan lawan politiknya. Dia juga tidak sindir atau tatap sini lawannya. Dia mengaku tak segan memuji dan menghormati pendapat lawan politiknya.

Baca Juga : Jokowi Soal Penggrebekan Teroris di Sibolga: Tindak Terus Tanpa Henti

Prabowo Terhadap Tudingan

Prabowo yakin, sesmua tuduhan yang dilontarkan seperti pepatah “aji ning diri saka pucuke lathi, aji ning raga saka busana”. Yang artinya, harga diri seseorang terletak dari lidahnya dan kemampuan menempatkan diri sesuai situasinya. Hormati lawan secara sportif. Menang tanpo ngasorake. Jika lawan politik menang, kita harus tetap menghormati dan mendukung walau berat.

Tak hanya dalam politik, saat masih aktif dalam militer jgua sama. Kerap mendapat tuduhan negatif. Prabowo mengaku sering menerima hantaman, hujatan sampai fitnah.

Mantan Panglima Kostrad ini menceritakan pernah dituding ingin membunuh mertuanya sendiri, Presiden Soeharto. Bahkan ada yang menyebut dirinya ingin kudeta Presiden BJ Habibie. Selain itu ada juga tudingan menjadi dalang kerusuhan Mei 1998.

Prabowo merasa tuduhan-tuduhan itu adalah fitnah belaka. Namun dia percaya, yang terbaik adalah tidak membalas tuduhan-tuduhan tersebut. Prabowo percaya, cepat atau lambat, semua yang baik akan terungkap.

Komentar

News Feed