oleh

Guru Les Privat Cabuli 34 Siswa SD & SMP Dengan Diimingi 20 Ribu

Lintaskini.com – Guru Les Privat Cabuli 34 Siswa SD & SMP Dengan Diimingi 20 Ribu. DRP (58) seorang guru les privat ditangkap Polrestabes Bandung atas kasus pencabulan. Diketahui aksi ini setelah salah satu dari orang tua korban melihat adegan tak senonoh dari video yang terekam di ponsel anaknya.

Guru Les Privat Cabuli 34 Siswa SD & SMP Dengan Diimingi 20 Ribu

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, rata-rata korban adalah siswa SD & SMP. Sejauh ini, pihaknya menyatakan jumlah korban sebanyak 34 anak yang menjadi korban.

”Ada 34 anak menjadi korban pencabulannya. Tapi masih dalam penyelidikkan. Tidak menutup ada korban lainnya,” ungkap Irman.

Irman menjelaskan, kasus ini terbongkar saat salah satu orang tua melihat video anaknya saat di cabuli. Dari laporan tersebut, polisi menangkap tersangka di kediamannya, Kawasan Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

”Dari tersangka kami menyita barang bukti dua laptop, satu ponsel dan satu flashdisk,” ucapnya.

Dari keterangan yang diperoleh, tersangka mengaku sebagai guru les untuk SD, SMP dan SMA. Selain menjadi furu les privat, yang dimana ia mendatangi rumah siswanya. DRP juga membuka les di kediamannya, dimana kekerasan seksual dan tindakan asusila kerap terjadi.

”Seluruh korban adalah laki-laki, korban diiming-imingi pelaku uang minimal sebesar Rp. 20.000,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai mengatakan, DRP pernah menjadi korban serupa saat remaja. Atas dasar tersebut, pihaknya akan melakukan tes kejiwaan terhadap DRP (tersangka).

Meski jumlah korban belum bertambah, polisi masih menyelidikan dan mendata korban lain yang mungkin terlibat kekerasan sesksual terhadap anak ini.

BACA JUGA :Rohana Tewas Kritis Setelah Konsumsi Miras Oplosan

Dari pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang yang dinilai bisa menjadi barang bukti, yaitu flasdisk, laptop, dan satu kamera digital. Atas perbuatannya, tersangka dijerat hukum dengan pasal 82 jo 76 Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Terkait persoalan tersebut, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menurunkan tim untuk menginvestigasi kasus ini.

Komentar

News Feed