oleh

Akibat Pertikaian Jual Beli Motor Seorang Pemuda Tewas

lintaskini.com – Akibat pertikaian jual beli motor seorang pemuda tewas. Dua kelompok pemuda bertikai karena masalah jual beli motor di Bandung. Dari insiden ini, satu orang tewas di tempat kejadian perkara. Diketahui pada saat kejadian ia ditikam di bagian dada beberapa kali.

Mengenaskan, Akibat Pertikaian Jual Beli Motor Seorang Pemuda Tewas Di Bandung

Seperti yang diketahui, kejadian ini terjadi pada hari Kamis (15 November 2018) malam, di jalan Arcamanik, Kota Bandung. Peristiwa ini memakan korban satu orang. Korban yang tewas di tempat kejadian adalah Dedy Ahmad Junaedi (33 tahun). Sementara rekannya (teman), Jajat Jatnika (39 tahun) dan Maulana Septiandi (26 tahun) mengalami luka yang terbilang parah.

Dari keterangan yang didapt dari saksi mata, para pelaku berjumlah lebih dari dua orang. Sebelum kejadian pelaku sempat menghampiri korban yang sedang nongkrong. Tidak lama setelah itu terjadi cekcok antara dua kelompok pemuda ini. Mereka terlibat adu mulut hingga pelaku melakukan pengeroyokan sampai mengeluarkan benda tajam lalu menusuk korban.

Menurut saksi, pertikaian ini berawal dari cekcok jual beli sepeda motor antara satu kelompok pemuda dengan pemuda lainnya. Pelaku yang belum diketahui identitas nya tersebut, merasa dipermainkan karena motor yang dijual nya tidak kunjung datang.

Polisi Sudah Mengantongi Identitas Para Pelaku

Kasatreskim Polrestabes Bandung, AKBP Mochamad Rifai menyatakan telah mengantongi identitas para pelaku pengeroyokan serta pembunuhan tersebut.

”Satu orang meninggal dunia di tempat kejadian, Satu orang mengalami luka parah dan satu lagi memar. Untuk identitas para pelaku sudah kami ketahui. saat ini para pelaku sedang diburu. Dalam beberapa waktu dekat ini, kami akan mengungkap identitas para pelaku,” katanya saat di temui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jum’at 16 November 2018.

Menurut Mochamad Rifai dua kelompok pemuda tersebut sebenarnya saling kenal dan pelaku lebih dari dua orang menurutnya.

”Motif adalah karena ketersinggungan dan pelaku diduga lebih dari dua orang. Mereka ini salingkenal sebenarnya,” Ucap AKBP Mochamad Rifai saat dijumpai dan diminta keterangan seputar kasus ini.

Komentar

News Feed